ORGANIC GLOBAL CURRENCY (OGC) – The Main System

Organic Global Currency atau disingkat OGC adalah sistem mata uang global (internasional) yang dibuat bersama-sama oleh semua negara anggota untuk transaksi internasional sesama negara anggota dan dibangun di atas sistem mata uang nasional setiap negara anggota. OGC tidak digunakan untuk transaksi lokal. OGC juga tidak digunakan untuk transaksi dengan negara non anggota.

Nama sistem/model : Organic Global Currency (OGC)

Nama bank sentral : The Global Bank atau The Globe

Nama mata uang : Glob

Nama yang kami rekomendasikan untuk mata uang Organic Global Currency adalah Glob, berasal dari kata Globe (bola bumi). Huruf terakhir “e” dihilangkan agar pengejaan (bacaan, bunyi) konsisten dengan tulisan. Karena Glob akan digunakan oleh orang seluruh dunia maka perlu dibuat konsisten antara bacaan dan tulisan. Standar konsistensi seperti ini perlu dibuat agar semua orang dari negara mana pun dan dengan latar belakang bahasa apa pun bisa menulis dan mengucapkan dengan mudah.

Glob bisa diucapkan Glob seperti kita mengucapkan Globe dalam bahasa Inggris. Bisa juga diucapkan Glób sebagaimana kita (orang Indonesia) mengucapkan global, orang, klop, dan sebagainya dalam bahasa Indonesia.

1.     Tiga Prinsip Utama

Organic Global Currency dibangun dengan menggunakan 3 prinsip utama (main principle) :

Prinsip pertama : Demokrasi.

Organic Global Currency dibangun oleh dan untuk seluruh negara di dunia. Tidak ada lagi satu negara yang membuat mata uang dan negara lainnya hanya menggunakan dan harus membeli mata uang. Tidak ada lagi satu negara yang membuat kebijakan dan yang lainnya hanya bisa mengikuti dan beradaptasi. Semua negara ikut terlibat membangun, memutuskan, dan menggunakan mata uang bersama. Semua negara memiliki hak suara yang sama, memiliki kontrol yang sama, proporsional dengan jumlah OGC yang mereka gunakan.

Prinsip kedua : Organik

Organic Global Currency tidak berdiri sendiri tapi menjadi bagian dari sistem mata uang nasional. Organic Global Currency bukan mata uang asing (unsur asing) sebagaimana sekarang. Mata uang internasional OGC 100% di-back up oleh sistem mata uang nasional dan begitu juga sebaliknya. Mata uang nasional dan mata uang internasional bisa saling transfer nilai dengan konversi, tanpa melalui transaksi sehingga tidak menimbulkan biaya.

Prinsip ketiga : Aktif

Organic Global Currency bukan sekedar mengeluarkan mata uang dan kemudian menyerahkan semuanya kepada pasar. Karena dalam praktiknya, kekuatan pasar tanpa faktor atau sistem penyeimbang yang aktif adalah hukum rimba. Organic Global Currency memiliki sistem auto-balancing yang sangat aktif menjaga keseimbangan seluruh sistem moneter di dunia.

2.    Mata Uang Bersama

Prinsip utama dalam Organic Global Currency adalah demokrasi, yang menjadi pembeda utama dengan sistem saat ini, yaitu tirani. Mata uang demokrasi artinya mata uang yang dibuat bersama, digunakan bersama, dan dikontrol bersama.

Semua Anggota Adalah Pemilik

Semua negara anggota ikut memiliki, ikut mengontrol, dan ikut mengendalikan. Tidak ada lagi satu negara atau beberapa negara mengontrol sistem mata uang internasional sementara negara lainnya hanya menggunakan, harus membeli mata uang, dan menerima apa pun kebijakan yang dibuat oleh negara pemilik mata uang.

Semua negara memiliki posisi yang sama, hak yang sama, serta suara yang sama secara proporsional. Proporsional di sini didasarkan pada jumlah mata uang Glob yang mereka gunakan.

Semua Anggota Mendapatkan Perlindungan

Organic Global Currency tidak hanya mengeluarkan uang, tapi aktif, termasuk dalam hal melindungi semua negara anggota jika mengalami krisis moneter.

Sistem moneter global sekarang pasif. Ketika kebijakan moneter yang dibuat oleh pemilik mata uang internasional memberikan tekanan secara global dan kemudian berdampak buruk terhadap sistem moneter negara tertentu, tidak ada yang bisa dilakukan oleh negara pemilik mata uang. Negara yang mengalami dampak buruk dari tekanan mata uang internasional (asing) tersebut harus berjuang sendirian.

3.    Mata Uang Gratis

Dalam sistem demokrasi, semua hal yang bisa dibuat bersama-sama pada prinsipnya adalah GRATIS (free). Demikian juga dengan mata uang. Karena Glob ini dibuat bersama dan digunakan bersama, maka seluruh mata uang Glob gratis untuk semua negara anggota. Mata uang OGC adalah gratis untuk semua negara anggota di seluruh dunia.

Ini berbeda dengan sistem moneter global sekarang, di mana mata uang internasional Dolar AS atau Euro harus dibeli, tidak gratis. Dan mereka harus membeli dengan barang dan jasa yang riil. Atau membeli kertas dengan emas.

4.    Keanggotaan Terbuka

Sebagai sistem mata uang demokrasi, keanggotaan OGC sepenuhnya terbuka, bahkan jauh lebih terbuka daripada sistem regional currency yang ada saat ini, seperti Euro. Untuk bergabung dengan mata uang union seperti Euro, calon negara anggota harus memenuhi persyaratan integrasi aktivitas ekonomi dan keseragaman (OCS properties). Sedangkan untuk bergabung dengan OGC, semua negara bisa langsung bergabung. Tidak diperlukan persyaratan integrasi ekonomi. Semua negara yang ada di dunia, dengan kondisi apa adanya saat ini, telah memenuhi syarat untuk bergabung menjadi anggota OGC.

Organic Global Currency adalah sistem yang sepenuhnya demokratis; menerima semua perbedaan; tidak memandang perbedaan regional; tidak memandang perbedaan tingkat ekonomi; tidak memandang perbedaan kebijakan moneter; dan tidak memandang perbedaan apa pun. Semua negara di seluruh belahan dunia bisa bergabung dengan kondisi apa adanya.

Model OGC didesain untuk menerima dan mengakomodasi semua perbedaan kondisi ekonomi di semua negara tanpa menyebabkan asimetrik dan ketidakseimbangan.

5.    Sistem Tertutup

Gambar 1. Organic Global Currency adalah sistem yang tertutup.

Organic Global Currency adalah sistem yang tertutup, yaitu hanya digunakan di antara sesama negara anggota dan tidak bisa digunakan di luar negara anggota. Kenapa dibuat tertutup?

Pertama, karena ketika digunakan di luar negara anggota, maka Glob akan berubah menjadi mata uang tirani dan menyedot kekayaan negara-negara yang menggunakannya. OGC adalah sistem mata uang yang demokratis dan tidak bisa berubah menjadi tirani.

Kedua, semua kelebihan yang dimiliki oleh Organic Global Currency sebagaimana dijelaskan dalam Solving The Problem hanya efektif jika digunakan di dalam negara anggota. Ketika digunakan di luar negara anggota, maka kelebihan-kelebihan tersebut menjadi tidak efektif.

Mata uang tidak bisa dipinjam. Ketika dipinjam di luar wilayahnya maka dia akan berperilaku seperti uang asing (unsur asing) dan menimbulkan gesekan dengan sistem mata uang nasional.

Dari sisi penggunaan, model OGC tertutup. Tapi dari sisi keanggotaan, OGC sepenuhnya terbuka, lebih terbuka dari semua model mata uang bersama yang ada saat ini. Jadi jika negara tertentu ingin menggunakan dan memanfaatkan OGC, tinggal mendaftar menjadi anggota saja. Dan semua fasilitas yang ada di model OGC sudah bisa dimanfaatkan.

6.    Organik

Organik artinya bagian dari organ atau badan. Organic Global Currency bukan merupakan sistem yang berdiri sendiri, tapi menjadi bagian (organ) dari sistem mata uang nasional setiap negara anggota.

Perpanjangan (Extension).

Organic Global Currency bukanlah mata uang yang berdiri sendiri, tapi merupakan perpanjangan (extension) dari sistem mata uang nasional. Tujuan dari perpanjangan tersebut adalah agar sistem mata uang nasional bisa melakukan transaksi dengan negara lain.

Gambar 2. Organic Global Currency merupakan perpanjangan dari sistem mata uang nasional

Sebagai extension, OGC dijamin penuh (100%) oleh mata uang nasional. Setiap satu satuan mata uang OGC yang dikeluarkan di tiap negara anggota, dijamin oleh mata uang nasional di negara tersebut dengan sistem jaminan satu nilai.

Hibrid

Mata uang OGC dan mata uang nasional terhubung secara hibrid atau saling menggantikan. Mata uang OGC dan mata uang nasional menyimpan nilai yang sama hanya berbeda fungsi. Mata uang nasional untuk transaksi domestik sementara mata uang OGC untuk transaksi antar negara anggota. Sebagai hibrid, mata uang nasional dan mata uang OGC bisa dikonversi satu sama lain tanpa mempengaruhi moneter domestik dan tanpa memerlukan biaya. Secara teori, konversi dari mata uang nasional ke mata uang OGC atau sebaliknya bisa dilakukan oleh publik tanpa memerlukan biaya transaksi sama sekali.

7.     Sistem Jaminan

Sesuai dengan prinsip organik, maka setiap mata uang Glob yang beredar dijamin 100% oleh sistem mata uang nasional. Bagaimana sistem jaminan ini bekerja? Begini.

Gambar 3, sistem saling back up antara OGC dan mata uang nasional

The Global Bank mengirimkan mata uang OGC kepada bank sentral negara anggota sebesar kebutuhan, secara gratis. Kemudian, sebagai back up (jaminan) bank sentral negara anggota mengirimkan mata uang nasional kepada The Globe senilai uang OGC yang mereka dapatkan. Selanjutnya mata uang nasional tersebut disimpan oleh The Globe dan tidak pernah beredar sehingga tidak ada biaya sama sekali secara moneter.

Sistem Satu Nilai Mengambang

Nilai mata uang OGC yang dikeluarkan kepada negara anggota selalu sama dengan nilai mata uang nasional yang dijaminkan. Jika kurs mata uang nasional mengalami penurunan (depresiasi) terhadap mata uang OGC maka bank sentral lokal akan mengirimkan kekurangannya kepada The Globe sehingga nilainya sama kembali. Demikian juga sebaliknya. Jika mata uang nasional mengalami kenaikan (apresiasi) terhadap mata uang OGC, maka The Globe akan mengembalikan kelebihannya sehingga nilainya sama kembali.

Sistem satu nilai mengambang ini memberikan kepastian dan jaminan nilai baik bagi The Globe kepada negara anggota maupun sebaliknya bagi negara anggota kepada The Globe. Kepastian nilai jaminan ini membuat setiap Glob yang beredar selalu kredibel dan berjaminan 100% bagi seluruh negara anggota.

Saling jamin

Sistem jaminan Glob dan mata uang nasional adalah saling menjamin atau mutual guarantee. Mata uang nasional memberikan jaminan nilai terhadap Glob yang beredar di wilayahnya, sebesar nilai jaminan (mata uang nasional) yang disetorkan kepada The Globe. Sebaliknya Glob memberikan jaminan nilai transfer mata uang nasional ke negara lainnya sebesar Glob yang beredar di negara mereka. Saling jamin atau mutual guarantee ini menjadikan Glob sebagai bagian (organik) dari sistem mata uang nasional dan sekaligus menjadi jaringan penghubung dengan mata uang negara anggota lainnya.

8.   Sistem Pengendalian

Sistem Pengendalian Langsung

Berbeda dengan sistem moneter yang ada sekarang, bank sentral mengendalikan jumlah mata uang beredar tidak dengan menggunakan suku bunga, tapi secara langsung.

Bank sentral nasional bisa mengatur pengendalian Glob dengan mata uang nasional. Pada saat Glob  diedarkan, bank sentral lokal menjual Glob kepada masyarakat dengan menggunakan mata uang nasional. Hasil penjualan mata uang Glob menjadi pendapatan (seignorage) bagi negara yang bersangkutan. Proses sebaliknya bisa dilakukan jika bank sentral ingin mengurangi Glob dari peredaran, yaitu membeli Glob dengan mata uang nasional. Biaya penarikan (negatif seignorage) dibebankan kepada negara yang bersangkutan.

Gambar 4. Sistem pengendalian langsung peredaran mata uang Glob

Sistem pengendalian ini disebut dengan sistem pengendalian langsung The Globe. Sistem pengendalian langsung ini menjadi sistem pengendalian moneter yang utama.

9.    Digital

Dengan orientasi ke depan, maka preferensi Glob adalah mata uang digital.

Mata uang digital memerlukan perangkat dan jaringan untuk transaksi. Untuk itu, diperlukan jaringan bersama yang bisa digunakan semua negara dan digunakan sebagai backbone. The Globe, bank sentral lokal, bank komersial, institusi keuangan, serta perangkat yang menjadi alat transaksi sistem mata uang digital ini, semuanya terhubung dengan jaringan backbone bersama dan dikelola bersama tersebut.

Di bawah ini adalah beberapa kelebihan penting mata uang digital dengan teknologi yang ada saat ini dibandingkan dengan mata uang kertas.

Sepenuhnya Tercatat

Dalam sistem mata uang kertas, pencatatan mata uang hanya dilakukan di bank atau institusi keuangan lainnya. Dengan demikian, pencatatan dan kontrol terhadap peredaran mata uang kertas yang dapat dipantau hanya sampai level bank. Peredaran mata uang kertas di bawah level bank, atau di masyarakat hanya bisa dilakukan dengan sistem sampling.

Sedangkan mata uang digital karena seluruhnya ada dalam jaringan maka setiap unitnya selalu terpantau tanpa batas. Dengan sistem ini tidak ada satu unit pun uang digital yang tidak terpantau di seluruh dunia, di semua level, mulai dari level negara, bank komersial, sampai per perangkat yang dijalankan oleh setiap orang atau institusi atau mesin (robot).

Dengan sistem ini, The Globe bisa membuat sistem pencatatan, pembuatan perhitungan, pembuatan ekspektasi, dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Sepenuhnya Terkontrol

Dalam sistem mata uang digital, semua unit mata uang bisa dikontrol sampai level per unit. Tidak ada mata uang yang keluar dari sistem. Dan semua mata uang yang ada dalam sistem tercatat. Dengan demikian, tidak dimungkinkan terjadinya transaksi ilegal di semua level.

Dengan sistem ini, mata uang digital tidak bisa dicuri. Karena semua transaksi ilegal yang bisa dibuktikan secara hukum, bisa dibalik atau dikembalikan. Tingkat keamanan mata uang digital, bisa dibuat jauh lebih tinggi daripada mata uang kertas yang ada saat ini. Berhubung mata uang digital hanya ada dalam jaringan backbone bersama maka tidak ada pintu keluar bagi pencurian mata uang digital atau transaksi ilegal pada semua level.

Lebih Efisien Dan Cepat

Dalam sistem digital, semua mata uang bisa dikirimkan langsung dalam bentuk ‘fisik’ mata uang digital. Dengan demikian semua transaksi dan rekonsiliasi tersebut tidak diperlukan. Transfer mata uang bisa dilakukan secara langsung sebagaimana kirim email. Jika pun diperlukan rekonsiliasi, berhubung semua catatan dilakukan secara auto dan digital, maka rekonsiliasi bisa dilakukan sepenuhnya digital dan auto, tanpa perlu sentuhan manusia lagi. Seluruh mata uang bisa dikirimkan dari satu negara ke negara lainnya dengan kecepatan cahaya. Ini bisa mempercepat waktu transfer ribuan kali lipat, mengurangi waktu dari 3 hari menjadi beberapa menit atau bahkan detik. Biaya juga bisa ditekan berkali lipat.

Teknologi kriptografi yang digunakan dalam model OGC secara umum sama dengan yang digunakan dalam cryptocurrency yang ada saat ini seperti Bitcoin dan kawan-kawannya. Tapi tentu saja OGC sama sekali berbeda dengan Bitcoin dan kawan-kawannya. Karena OGC secara resmi dibangun oleh negara-negara. Bitcoin dan kawan-kawan dibuat untuk tidak bisa dikendalikan. Sebaliknya, model OGC, dengan teknologi yang sama dibuat untuk sepenuhnya dikendalikan.

10.      Desentralisasi

Decentralized system adalah sistem yang dibangun tanpa pusat dan semua bagiannya terhubung. Sistem ini menjanjikan sistem yang jauh lebih kuat daripada sistem yang terpusat karena tidak ada ketergantungan pada sistem tunggal. Sistem desentralisasi artinya semua sistem terhubung dan bekerja sama satu sama lainnya tanpa memerlukan pusat. Hal ini menghindarkan sistem dari kegagalan yang fatal karena tidak ada ketergantungan dengan sistem tertentu. Jika ada bagian dari sistem yang gagal maka sistem lainnya masih tetap berfungsi normal.

Gambar 5. Sistem desentralisasi dalam OGC

11.         Nilai

Nilai Glob selalu sama sepanjang tahun atau zero depreciation.

Salah satu tujuan penting dalam Organic Global Currency adalah menyempurnakan fungsi uang sebagai alat penyimpan nilai yang sangat stabil, jauh lebih stabil dari semua mata uang yang pernah ada di muka bumi. Maka untuk mencapai tujuan itu, Glob harus super stabil, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, atau zero depreciation.

Untuk menjadi super stabil, maka Glob menjadikan indeks harga global sebagai anchor. Ini berarti, indeks harga global dengan mata uang Glob nilainya selalu sama atau selalu = 100, atau zero depreciation.

Gambar 6. Grafik patokan nilai Glob menggunakan indeks harga global

Berdasarkan konsep super stabil dengan mengikuti gelombang PI di atas maka Persamaan Nilai Glob adalah sebagai berikut :

GV = K.PI if PIn-1 – PIn = 0 / ∆PI = 0

GV : Nilai Glob

K : Konstanta (ditetapkan saat nilai pertama Glob ditetapkan)

PI : Price Index

PIn-1 : Price Index tahun sebelumnya

PIn : Price Index tahun berjalan

∆PI : Perubahan Price Indeks

Dengan model ini maka nilai Glob akan selalu mengikuti rata-rata tertimbang seluruh harga barang-barang dan jasa yang tradable di dunia atau indeks harga global. Indeks harga global ini merupakan gambaran yang paling riil dan paling representatif tentang nilai barang dan jasa seluruh ekonomi dunia. Dengan model ini maka nilai Glob tahun ini akan tetap sama dengan nilai tahun depan, atau 10 tahun yang akan datang, atau 100 tahun yang akan datang.

12.       Jumlah

Jumlah Glob yang dikeluarkan kepada seluruh negara anggota didasarkan pada kebutuhan seluruh anggota untuk transaksi antar anggota. Transaksi antar anggota terdiri dari perdagangan, investasi, dan transfer lainnya.

Untuk menghitung kebutuhan uang secara lebih akurat bisa digunakan persamaan uang Inving Fisher. Persamaan uang adalah sebagai berikut :

MV (Nilai uang) = PT (Nilai ekonomi)

M : Uang

V : Kecepatan (peredaran uang)

P : Harga barang dan jasa

T : Jumlah transaksi

Karena Glob hanya dipergunakan sebagai transaksi internasional maka, PT (nilai ekonomi) diganti dengan PT (transaksi internasional).

Untuk mencapai jumlah yang ideal maka, jumlah Glob yang beredar = jumlah transaksi internasional dibagi kecepatan peredaran Glob.

Berhubung Glob seluruhnya merupakan uang digital, sehingga seluruh peredarannya terpantau sampai level setiap unit di seluruh dunia, maka The Globe bisa dengan mudah menghitung jumlah Glob ideal dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Indeks Kebutuhan Uang

Dengan data indeks harga global yang komprehensif dan real time, jumlah mata uang beredar dan kecepatan perputarannya yang akurat, maka nilai mata uang ini bisa dibuat akurat.

Dengan perhitungan yang komprehensif dan real time, The Glob bisa membuat indeks kebutuhan uang di setiap negara. Bank sentral lokal dapat menggunakan indeks kebutuhan uang sebagai patokan untuk kontrol peredaran Glob.

13.       Nilai tukar (kurs)

Ada dua model nilai tukar yang ada di dunia saat ini. Pertama nilai tukar mengambang (floating rate), yaitu menyerahkan nilai kurs pada pasar uang. Dan kedua kurs tetap (fixed rate), yaitu dengan menentukan nilai kurs terhadap mata uang utama (internasional) berdasarkan ketetapan bank sentral atau pemerintah.

Model OGC tidak menggunakan dua jenis kurs di atas. Model OGC menggunakan sistem kurs sendiri yang disebut model auto-balancing. Sebagaimana dalam menentukan nilai OGC yang menggunakan indeks harga, nilai tukar pun juga menggunakan indeks harga. Bagaimana caranya nilai tukar menggunakan indeks harga? Caranya adalah “nilai tukar OGC dengan mata yang nasional ditetapkan pada saat indeks harga nasional sama dengan indeks harga global”. Sepertinya agak sulit memahami model nilai tukar ini. Bagian nilai tukar ini termasuk bagian yang agak advance. Untuk memahaminya dengan mudah, mari ikuti pelan-pelan penjelasan di bawah ini. Kita mulai dari grafik.

Gambar 7. Grafik patokan kurs mata uang nasional dan Glob menggunakan indeks harga lokal dan dunia

Kurs The Globe adalah ketika indeks harga global = indeks harga lokal.

Kalau ditulis dalam bentuk persamaan akan seperti ini,

GV = KV.MVLocal if PIGlobal = PILocal

GV : Nilai mata uang Glob

KV : Variabel kurs

MVLocal : Nilai mata uang nasional

PIGlobal : Indeks harga global

PILocal : Indeks harga lokal

Jadi nilai tukar antara mata uang OGC dengan mata uang nasional ditetapkan pada saat indeks harga nasional di negara anggota sama dengan indeks harga global. Seperti terlihat dalam grafik bel di atas, puncak grafik indeks harga lokal (bawah) dihubungkan dengan garis lurus puncak grafik indeks harga global (atas). Garis lurus yang menghubungkan adalah nilai tukar (kurs). Itu artinya indeks harga lokal dan indeks harga global sama. Atau, harga rata-rata barang dan jasa di pasar domestik sama dengan harga rata-rata barang dan jasa di pasar global.

Ini artinya kalau kita punya uang dengan jumlah 100 dalam nominal mata uang nasional (domestik) kemudian kita tukarkan dengan mata uang internasional OGC dengan nilai tukar auto-balancing dan mendapatkan jumlah 50 mata uang OGC, dan kemudian kita gunakan untuk membeli barang-barang di pasar global, maka barang dan jasa yang bisa dibeli kurang lebih sama. Jadi uang 100 dalam nominal nasional yang kita gunakan untuk membeli barang domestik dan 50 dalam nominal OGC yang kita gunakan untuk membeli barang di pasar global, hasil barang yang didapatkan adalah sama atau hampir sama.

Apa konsekuensinya ketika indeks harga domestik sama dengan indeks harga global? Kita berangkat dari teori perdagangan internasional.

Dalam teori perdagangan internasional, orang akan lebih memilih impor dari pasar global ketika harga barang (yang sama) di pasar global lebih murah daripada di pasar domestik. Dan sebaliknya, orang akan mengekspor barang domestik ke pasar internasional ketika harga barang domestik lebih murah daripada pasar global. Demikianlah perdagangan internasional terjadi. Semua pelaku ekonomi mencari barang dan jasa (yang sama) yang lebih murah. Barang impor yang lebih murah akan menggantikan barang domestik yang lebih mahal. Dan barang domestik yang lebih murah akan masuk di pasar global menggantikan barang di pasar global yang lebih mahal.

Ketika indeks harga nasional di suatu negara lebih rendah dari indeks harga global, maka itu berarti rata-rata harga barang dan jasa di negara itu lebih murah daripada pasar global. Itu berarti jumlah barang-barang dan jasa domestik yang harganya lebih murah dari pasar global juga banyak. Sebagai akibatnya negara tersebut akan mengekspor banyak produk domestik ke pasar global. Sebaliknya, hanya sedikit barang di negara tersebut yang harganya lebih mahal daripada pasar global. Sebagai akibatnya negara tersebut juga mengimpor barang dari pasar global dalam jumlah yang sedikit. Negara ini akan menjadi negara pengekspor atau net exporter. Perdagangannya akan surplus.

Sebaliknya ketika indeks harga domestik suatu negara lebih tinggi daripada indeks harga global, maka kondisinya akan berbalik dengan negara yang sebelumnya. Dan negara yang indeks harga nasionalnya lebih tinggi dari indeks harga global ini impornya akan lebih besar daripada ekspornya. Negara tersebut akan menjadi net importer. Perdagangan negara ini akan defisit.

Gambar 8. Daya ekspor dan daya impor pada saat indeks harga lokal sama dengan indeks harga global

Bagaimana jika indeks harga domestik sama dengan indeks harga global? Perhatikan gambar di atas. Secara teori, jika indeks harga domestik sama dengan indeks harga global maka perdagangan negara tersebut akan cenderung seimbang. Jumlah ekspor dan impor cenderung sama. Kondisi perdagangan internasional yang seimbang ini adalah kondisi yang ideal dari sisi keseimbangan ekonomi global. Kondisi ideal inilah yang ingin dicapai dalam nilai tukar model auto-balancing. Sesuai namanya, auto-balancing berusaha untuk membuat perdagangan global selalu dalam posisi seimbang.

Jadi besaran indeks harga domestik dan indeks harga global berpengaruh pada perdagangan internasional. Semakin tidak seimbang indeks harga nasional dengan global, semakin tidak seimbang pula perdagangan internasional suatu negara. Dan sebaliknya semakin seimbang, semakin seimbang pula perdagangan internasionalnya.

Kita kembali pada grafik dan persamaan di atas. Jadi nilai tukar mata uang internasional OGC dan mata uang nasional dipatok atau ditetapkan pada saat indeks harga nasional sama dengan indeks harga global. Pada posisi itu (indeks harga nasional = indeks harga global) maka daya perdagangan negara tersebut seimbang dengan daya perdagangan global. Dengan demikian perdagangan internasional negara tersebut menjadi seimbang.

Jika suatu negara mengalami inefisiensi, misalnya biaya produksi naik dikarenakan upah buruh naik, maka indeks harga di negara tersebut akan naik. Dengan demikian indeks harga di negara tersebut lebih tinggi daripada indeks harga global. Jika hal ini dibiarkan maka daya ekspor negara tersebut akan turun. Dan sebaliknya daya impornya akan naik. Negara tersebut akan mengalami ketidakseimbangan perdagangan.

Model nilai tukar auto-balancing akan memberikan respon dengan menurunkan nilai tukar mata uang nasional negara tersebut terhadap mata uang OGC. Dengan demikian indeks harga nasionalnya akan turun kembali dan sama dengan indeks harga global. Dengan demikian, daya perdagangan internasional negara tersebut akan seimbang kembali.

Alurnya kurang lebih seperti ini :

Pertama, terjadi kenaikan upah buruh sehingga biaya produksi secara umum naik.

Biaya produksi naik => indeks harga nasional naik => daya perdagangan melemah

Kemudian auto-balancing akan memberikan respon,

Nilai tukar mata uang nasional terhadap OGC turun => indeks harga nasional turun => indeks harga nasional sama kembali dengan indeks harga global => daya perdagangan kembali normal.

Jadi, nilai tukar model auto-balancing akan selalu membuat indeks harga nasional dan indeks harga global selalu sama. Dengan demikian daya perdagangan negara tersebut juga akan selalu sama dengan daya perdagangan global. Dengan demikian perdagangan internasional negara tersebut juga akan selalu pada posisi seimbang.

Jika semua negara menggunakan model nilai tukar seperti ini maka perdagangan semua negara akan selalu seimbang. Negara yang memiliki daya ekspor yang kuat (efisiensi produksi sangat tinggi) seperti negara-negara powerhouse (China, Jepang, Jerman, dan lain-lain) dan negara yang daya ekspornya rendah (sangat tidak efisien), posisinya akan selalu sama.

Jika divisualkan maka daya saing semua negara di dunia akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Gambar 9. Visualisasi daya saing semua negara dalam sistem Kurs The Globe (model auto-balancing)

Tidak menjadi soal sebesar apa pun atau sekecil apa pun suatu negara, daya saing perdagangan internasional mereka akan selalu sama.

Tidak menjadi soal seefisien apa pun sistem produksi suatu negara atau setidakefisien apa pun, daya saing perdagangan internasional mereka akan selalu sama.

Fleksibel terhadap fundamental

Dengan mematok nilai tukar pada indeks harga, auto-balancing membuat nilai tukar mengikuti fundamental ekonomi yang sebenarnya lebih dari nilai tukar mengambang (floating rate) yang ada saat ini. Nilai tukar mengambang saat ini fleksibel dengan mengikuti keseimbangan pasar uang. Dan pasar uang dipengaruhi oleh banyak faktor yang menimbulkan gap antara nilai tukar dengan fundamental. Gap inilah yang kemudian menyebabkan fluktuasi.

Sedangkan dalam model auto-balancing, nilai tukar sepenuhnya mengikuti indeks harga atau mengikuti fundamental yang sebenarnya. Gap antara fundamental dengan moneter menjadi hilang. Sehingga secara teori, model auto-balancing juga bisa menghilangkan fluktuasi nilai tukar. Tidak ada lagi fluktuasi nilai tukar mata uang dalam model OGC dan auto-balancing.

Jadi model OGC dengan auto-balancing di dalamnya bisa mencapai dua hal sekaligus yang dalam model moneter global saat ini tidak mungkin dicapai dua-duanya, yaitu fleksibilitas dan stabilitas. Dalam moneter global saat ini, ekonom punya dua pilihan yang hanya bisa diambil salah satu, yaitu nilai tukar yang fleksibel tapi fluktuatif (nilai tukar mengambang) atau nilai tukar yang tidak fluktuatif tapi tidak fleksibel (nilai tukar tetap). Tidak ada jalan untuk mencapai dua-duanya sekaligus. Sedangkan OGC dengan auto-balancing di dalamnya, bisa mencapai dua-duanya sekaligus, yaitu fleksibel di satu sisi dan tidak fluktuatif pada sisi lainnya.

Dengan model nilai tukar yang fleksibel terhadap fundamental ekonomi, lebih fleksibel dari nilai tukar mengambang, maka model OGC tidak memerlukan persyaratan optimum currency area (OCA) Mundell.

Teori OCA Mundell menyebutkan bahwa kawasan yang menyatukan mata uang harus memenuhi persyaratan integrasi ekonomi sehingga tidak menimbulkan asymmetric shock. Kawasan yang belum terintegrasi sebaiknya menggunakan nilai tukar mengambang agar tetap fleksibel.

Model OGC menggunakan nilai tukar auto-balancing yang sepenuhnya fleksibel terhadap fundamental. Dengan demikian, tidak diperlukan integrasi ekonomi.

14. Quad Zero

Dengan sistem kerja seperti yang disebutkan di atas, model mata uang internasional OGC memiliki karakteristik quad zero, yaitu zero depreciation, zero volatility, zero spread, dan zero interest.

Zero depreciation

Seperti yang telah dijelaskan di atas, nilai mata uang OGC dipatok dengan menggunakan indeks harga global sehingga nilainya selalu sama sepanjang waktu atau zero depreciation. Nilainya hari ini, tahun depan, 10 tahun yang akan datang, bahkan 100 tahun yang akan datang selalu tetap. Tidak turun sama sekali.

Zero volatility

Dengan dipatok dengan indeks harga maka nilai tukar OGC dengan mata uang nasional sepenuhnya mengikuti fundamental ekonomi setiap negara anggota. Tidak ada gap antara nilai uang (moneter) dengan nilai ekonomi (fundamental). Dengan demikian tidak ada fluktuasi atau zero volatility atau zero fluctuation.

Zero spread

Spread adalah selisih antara harga jual dan harga beli pada nilai tukar. Semakin fluktuatif, semakin besar risiko dan dengan demikian semakin besar spread tersebut. Ketika fluktuasi bisa dihilangkan maka spread pun secara teori bisa dihilangkan juga. Hal ini dimungkinkan kalau konversi mata uang OGC dan nasional dilakukan langsung oleh bank sentral. Berhubung jaringan bank sentral (backbone) dioperasikan oleh bank sentral maka tidak diperlukan biaya lainnya yang diambilkan dari spread. Biaya konversi bisa dihilangkan sepenuhnya (zero spread).

Zero interest

Pengendalian OGc beredar dilakukan secara langsung oleh bank sentral dengan menggunakan mata uang nasional. Dengan demikian, tidak diperlukan bunga di tingkat bank sentral. Jadi mata uang OGC di tingkat bank sentral adalah zero interest.

Dengan karakteristik “quad zero” di atas, mata uang OGC memiliki karakteritistik mendekati kesempurnaan mata uang. Dengan karakteristik yang mendekati kesempurnaan tersebut maka dengan mudah mata uang OGC akan menggantikan mata uang internasional yang eksisting saat ini (Dolar AS dan Euro).

15.       Sistem Konversi dan Back Up

Kuota kebutuhan uang di atas tidak benar-benar menjadi batas penggunaan Glob di negara anggota. Jadi negara anggota masih dimungkinkan menggunakan Glob melebihi kuota. Kuota hanya dijadikan sebagai tolok ukur atau milestone.

Ketika sistem mata uang nasional negara anggota mengalami masalah ketidakpercayaan masyarakat biasanya akan menyebabkan rush dan krisis moneter. Untuk mencegah hal tersebut maka sistem OGC membuka sistem konversi dan back up.

Tujuan dari sistem konversi ini adalah :

Menggantikan sistem moneter lokal yang ambruk dengan sistem moneter The Globe di negara tersebut sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan normal.

Tetap membuat isolasi sehingga gejolak di negara tersebut tidak merambat ke seluruh sistem The Globe.

Setelah aktivitas ekonomi pulih, The Globe akan membantu negara tersebut untuk membangun kembali sistem moneternya dan perlahan-lahan melakukan konversi balik dari mata uang Glob ke mata uang nasional kembali.

Sistem back up dan konversi 100% ini sebenarnya lebih bersifat preventif. Ketika kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter lokal menurun, maka kehadiran back up 100% dari The Globe akan membuat kepercayaan itu pulih kembali. Walaupun masyarakat tidak percaya dengan moneter lokal, mereka masih bisa mempercayai sistem moneter The Globe. Dengan pulihnya kepercayaan ini, sebagian besar dari masalah krisis sebenarnya telah diatasi.

The Globe adalah sistem yang 100% demokratis. No one left behind.

Wallahu a’lam.